Tips Dan Analisa Usaha Digital Printing

Memulai bisnis digital printing pada saat masa sekarang adalah pilihan yang tepat. Kecanggihan teknologi pada digital printing menjadi daya jual untuk menekuni bisnis ini. Beberapa jni alat cetak offset, poster, hingga pencetakan pada media akrilik dapat dilakukan saat ini. Konsumenya pun beragam, dari individu hingga perusahaan besar yang membutuhkan jasa ini. Tidak seperti msin cetak lama, pengerjaan dengan menggunakan digital printing lebih efektif, cepat, dan tepat. Ingin mencobanya? Simak Tips dan analisa usaha digital printing.

proposal usaha digital printing

TAHAP MEMULAI BISNIS

. Memilih jenis print digital yang berkualitas sesuai perencanaan biaya anda.
. Memilih lokasi yang mudah dijangkau dengan konsumen umumnya di sekitar kampus atau universitas, gedung perkantoran, dan sekolah.
. Mencari tenaga ahli di bidang grafis yang mengerti seluk-beluk mesin digital printing dan penguasaan desain grafis dengan baik.
. Mencari suplier bahan baku, seperti kertas, akrilik, kain, dan sebagainya yang dapat di cetak dengan mesin print digital tersebut.
. Mengusahakan perizinan dan administrasi kelengkapan badan usaha.

HAMBATAN BISNIS

. Timbulnya persaingan yang ketat dengan para pengusaha bisnis sejenis.
. Kenaikan harga bahan baku.

STRATEGI BISNIS

. Memberikan diskon khusus bagi pra konsumen lewat fasilitas kartu keanggotaan (membership card) yang dapat di pergunakan sepanjang tahun dengan iuran yang terjangkau.
. Beriklan di media cetak, elektronik, dan online.
. Tidak membatasi pesanan meskipun hanya satu buah.
. Memberikan suvenir atau hadiah untuk pesanan dengan target tertentu sebagai apresiasi untuk konsumen.
modal usaha digital printing

TIP SUKSES

. Pelayanan yang memuaskan adalah salah satu kunci keberhasilan.
. Menjaga hubungan baik dengan konsumen dan para supplier.
. Koordinasi yang baik antara tenaga ahli dengan atministrasi demi kelancaran bisnis.

ANALISIS BEP DIGITAL PRINTING

a. Investasi Awal (Ia)
1) Sewa tempat/tahun Rp 12.000.000,00
2) Komputer @Rp 3.500.000,00 2 unit Rp 7.000.000,00
3) Furnitur:
. Meja 4 bh Rp 1.500.000,00
. Kursi @Rp 50.000,00 4 bh Rp 150.000,00
. Rak 2 bh Rp 1.000.000,00
4) Printer khusus 2 bh Rp 3.000.000,00
5) Mesin print digital 1 unit Rp 100.000.000,00
6) Persediaan tinta Rp 2.000.000,00
7) Billboard/neon box 1 unit Rp 800.000,00
8) Renovasi Rp 5.000.000,00
9) Biaya cadangan Rp 14.000.000,00
Total Investasi Awal (Ia) Rp 146.450.000,00

b. Biaya Operasional (Bo)
1) BElanja bahan baku:
. Kertas Rp 2.500.000,00
. Tinta Rp 2.000.000,00
. Akrilik Rp 1.500.000,00
2) Peralatan ATK Rp 100.000,00
3) Gaji karyawan 2 orang Rp 3.000.000,00
4) Komunikasi Rp 250.000,00
5) Transportasi Rp 500.000,00
6) Listrik dan air Rp 600.000,00
7) Promosi:
. Website Rp 1.000.000,00
. Brosur Rp 300.000,00
. Kartu nama Rp 50.000,00
8) Biaya penyusutan peralatan 5 th Rp 1.875.833,33
9) Biaya lain-lain Rp 250.000,00
Total biaya operasional (Bo) Rp 13.925.833,33

c. Analisis BEP (Break Even Point)
1) Omzet rata-rata per bulan (O) 2.400 print Rp 36.000.000,00
2) Total biaya operasional/bln (Bo) Rp 13.925.833,33
3) Laba/bln (Lb = O – Bo) Rp 22.074.166,67

BEP = Ia/Lb = 6,63 bulan

Asumsi
. Harga satuan digital printing adalah Rp 15.000,00.
. Target penjualan per hari 80 buah sehingga total print dalam 1 bulan (30 hari) sebanyak 2.400 buah.
. Masa manfaat aset peralatan adalah 5 tahun (60 bulan), beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp100.000,00 adalah sebesar (Rp112.650.000,00 – Rp100.000,00)/60 bulan =
Rp 1.875.833,33 per bulan.

Silahkan Baca Juga Artikel Lainnya : Mengupas Tips Sukses Bisnis Wedding Organizer